Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Sabtu, 06 September 2008

DPR panggil 9 menteri tuntaskan Lapindo

Tim Pemantau Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (P2LS) DPR RI akan mengumpulkan sembilan menteri, Kepala BPN dan pejabat terkait, Rabu (10/9), untuk menuntaskan persoalan lumpur menjelang berakhirnya masa kerja tim tersebut.
Ketua Tim P2LS DPR RI, Priyo Budi Santoso mengemukakan hal itu di Kantor Pemprov Jatim, Sabtu, usai rapat persoalan lumpur bersama Pj. Gubernur Jatim, Setia Purwaka, BPLS, PT Minarak Lapindo Jaya dan pihak-pihak terkait lainnya.
"Kami juga akan memanggil Kepala BPN karena dulu berjanji menyelesaikan, namun ternyata sampai sekarang pembayaran ganti rugi belum selesai. Tujuan pertemuan itu adalah untuk menyelesaikan yang mengambang karena antar pemerintah sendiri belum selesai dan saling lempar," katanya.
Priyo mengatakan mengubah Perpres untuk memasukkan daerah di luar terdampak tidak mudah tetapi terus diupayakan. "Tidak mungkin ada cara lain, harus mengubah Perpres karena nanti akan dibiayai APBN," kata politisi Partai Golkar tersebut.
Dia mengatakan dirinya termasuk orang yang memperjuangkan perubahan Perpres, tetapi karena mengubah tidak mudah diupayakan jalan lainnya.
Tentang tanggung jawab Lapindo, dia mengatakan Lapindo memang bertanggung jawab di area terdampak. "Kami apresiasi Lapindo telah bekerja cukup baik untuk ukuran `company`. Kalau dipegang asing mereka akan lari. Lapindo tunjukkan iktikad baik," katanya.
Priyo mengatakan dirinya juga sudah meminta kepada PT Minarak Lapindo Jaya agar tidak ada kealpaan sedikit pun dan harus sesuai jadwal dalam menyelesaikan ganti rugi 80% terutama pada Ramadan sekarang.
Sementara anggota P2LS lainnya, Abdullah Azwar Anas mengatakan BPLS sudah dua tahun bekerja tetapi sampai hari ini banyak masalah yang belum tuntas.
"Tim P2LS menyampaikan kepada BPLS kalau kami merasa kecewa karena begitu banyak masalah jalan di tempat, seperti pembangunan tanggul dan penyelesaian lumpur. Satu sisi masalah sosial, satu sisi lambatnya proses penyelesaian," katanya.
Abdullah mengatakan saat pertemuan dengan menteri nanti juga akan diikuti Menkeu, karena ada anggaran yang masih ditentang Menkeu. (oedank..ngutip dari koran ^_^)

Selasa, 05 Agustus 2008

"ready to rumble"


Sudah menjadi kebiasaan setiap orang yang hendak mengikuti sebuah pesta, tentu akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. apalagi bila pesta itu dilombakan dan memilih yang tebaik. sudah barang tentu setiap peserta lomba harus menampilkan yang terbaik bila ingin menjadi pemenang dalam lomba itu.
Tidak mengherankan bila ada upaya-upaya kecurangan agar tercapai menjadi pemenang, apalagi lomba itu menyangkut pemilihan presiden, tentulah sangat riskan dan fatal akibatnya apabila ada upaya-upaya kecurangan,dampaknya terhadap seluruh rakyat yang akan dipimpin.
Karena pesta yang sebenarnya itu sudah disepan mata,maka kita sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya, maksudnya supaya tidak mengalami ketertinggalan sehingga kemenangan sudah ada di genggaman tangan kita. pasanglah mata,telinga,dan hati akan apa yang akan terjadi disekitar kita. begitu juga jika kita hendak melangkah,harus dipikirkan dengan sebaik-baiknya dan jangan buru-buru guna menghindari jalan yang terperosok.
Metode kerja instan sangatlah berbahaya dan akibatnya sangat merugikan,selain tidak matang dan tidak tepat sasaran. persiapan dan pemahaman ideologi sangatlah penting sebelum melakuka tindakan dalam melaksanakan tugas. pembentukan mental dan karakteristik adalah modal utama sebuah organisasi. karena mental dan karakteristik yang kokoh serta terarah akan menciptakan moralitas politik yang tinggi dan bertanggung jawab.
Selain itu,emosional juga harus dikelola dengan baik karena bagaimanapun juga,emosional adalah sumber dari semangat (dalam hal ini rasa emosional satu sama lain dapat membangun solidaritas diantara kader dengan sikap saling terbuka dan tidak mengkhianati).
Sedikit bicara dan banyak bekerja adalah mitos kuno yang harus diperbaharui,karena hanya membuat banyak orang bertanya-tanya. seharusnya adalah BANYAK BICARA BANYAK BEKERJA supaya masyarakat yang menilai dapat melihat lebih utuh lagi tentang kita.
Baik itu belum tentu jujur, akan tetapi kejujuran bersumber dari kebaikan. Kepalsuan harus dilawan dengan kemurnian hati dalam berjuang. Oleh karena itu songsonglah ajang PEMILU 2009 yang sudah didepan mata ini dengan wujud karya nyata.
--salam pemuda,OEDANK--